SEKILAS INFO
  • 10 bulan yang lalu / Infak Keluarga Besar SMK Muh. Bligo 5.000.000
  • 10 bulan yang lalu / Infak SMK Muhammadiyah Karanganyar 693.000
  • 10 bulan yang lalu / Infak Peduli Banjir Jabodetabek Sutiknyo 50.000
WAKTU :

Dua Lansia di Kesesi Tak Pernah Dapat Bantuan, Lazismu dan TPPC Turun Tangan

Terbit 22 Juni 2020 | Oleh : Muhammad Dwi Fakhrudin | Kategori : Berita
Dua Lansia di Kesesi Tak Pernah Dapat Bantuan, Lazismu dan TPPC Turun Tangan

Pekalongan – Terdorong kisah sedih Mbah Deman (75 tahun) dan Mak Wasri (60), sepasang suami istri lanjut usia warga RT 8 RW 2, Dukuh/Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan yang tidak pernah merasakan berbagai bantuan sosial saat pandemi virus covid-19, Lazismu bersama Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan bergerak ke lokasi dan memberikan bantuan. Bantuan berupa 10 kg beras, 1 kg gula pasir, 2 botol minyak goreng ukuran 600 ml, 1 kaleng rendang Muhammadiyah (rendangmu) dan uang tunai Rp. 500.000 diserahkan Ketua TPPC PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Rofiansa Sulthon, didampingi Direktur Lazismu Pekalongan, Ir. Akhmad Zaeni, dan relawan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesesi.

Zaeni, yang juga Sekretaris TPPC PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, menceritakan dirinya membaca informasi berita dari salah satu media online bahwa ada dua lansia di Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, yang tak pernah mendapat bansos padahal digambarkan kondisi rumahnya memprihatinkan. Dirinya meminta relawan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesesi untuk mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut. Relawan Muhammadiyah yang mendatangi lokasi tersebut, Sri Rejeki, menyampaikan kondisi di lokasi, tepatnya di RT. 8 RW. 2 Desa Kaibahan, Kecamatan Kesesi, dan mengkonfirmasi yang bersangkutan memang belum dapat bantuan sama sekali. “Memang belum mendapat bantuan sama sekali. Disitu kebanyakan rumahnya masih bambu, memang daerah miskin, termasuk perbatasan antara Desa Watupatung dan Kaibahan”, papar Sri Rejeki.

Seperti yang diberitakan di media online, Mbah Deman dan Mak Wasri memang tinggal digubuk seluas 30 meter persegi. Gubuk tersebut juga digunakan sebagai kandang ayam, bebek, dan merpati. Di bagian dapur, tidak ada kompor gas, yang ada hanya tungku dan tumpukan kayu bakar. Dinding rumah terbuat dari anyaman bambu, lantai rumah masih berupa tanah liat. Jika hujan melanda gubuknya sering bocor.
Mak Wasri bekerja sebagai buruh tani sambil berternak unggas, sedangkan Mbah Deman hanya bisa tinggal di rumah karena mengalami sakit sesak nafas satu tahun belakangan ini. Ke empat anak Mbah Deman dan Mak Wasri semuanya sudah berkeluarga dan tinggalnya jauh-jauh.

Pasca memberikan bantuan, Zaeni berharap Mbah Deman dan Mak Wasri mendapat penanganan lebih lanjut. “Perlu penanganan lebih lanjut karena kondisi rumah dan ekonominya memprihatinkan”, ujar Zaeni. (Fakhrudin)

SebelumnyaLazismu Pekalongan Kucurkan 20 juta Untuk Penanggulangan Covid-19 SesudahnyaSupport TPPC PDM Kabupaten Pekalongan, BTM Donasi 20 Juta melalui Lazismu

Berita Lainnya

0 Komentar

Hubungi kami
Butuh Bantuan?
Assalamu'alaikum, Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by